Legislatif

Aktivitas Tambang Ganggu Proses Belajar Siswa, DPRD Pohuwato Turun Tangan

Autentik.id, Legislatif – Aktivitas pertambangan diwilayah Kecamatan Buntulia kembali menuai sorotan publik. Kali ini, warga Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, mengeluhkan dampaknya terhadap proses pembelajaran di SD Negeri 04 Buntulia. Suara bising dan aktivitas alat berat disebut mengganggu konsentrasi belajar siswa sejak sebulan terakhir.

“Anak-anak menjadi tidak fokus. Perhatian mereka justru teralihkan pada alat berat yang terus bekerja di belakang sekolah,” ungkap pihak sekolah, Senin (4/8/2025).

Selain gangguan suara, aktivitas tambang juga menimbulkan polusi udara yang dikeluhkan masyarakat sekitar. Debu yang beterbangan ke area sekolah dikhawatirkan membahayakan kesehatan para siswa.
Menanggapi keluhan itu, Komisi I DPRD Kabupaten Pohuwato segera menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Pendidikan dan Kepala SDN 04 Buntulia di ruang rapat DPRD Pohuwato, Senin (4/8/2025).

Rapat tersebut dipimpin oleh Ketua Komisi I Iwan Abay dan Wakil Ketua Abdul Hamid Sukoli, serta dihadiri oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan Fitrianti Lasantu dan Kepala SDN 04 Buntulia Lukman Daud.

Dalam keterangannya, Lukman Daud menegaskan bahwa aktivitas PGP yang menggusur pegunungan di belakang sekolah telah berdampak langsung terhadap lingkungan belajar.

“Akibat aktivitas PGP yang mulai menggusur gunung di belakang SDN 04 Buntulia itu membuat polusi udara dan debu berterbangan ke sekolah,” ujarnya. Ia pun mengkhawatirkan dampaknya terhadap kesehatan para siswa.

Tak hanya itu, Lukman juga menyebut bahwa sumur sekolah kini mengering, padahal sebelumnya tidak pernah kering, bahkan di musim kemarau.

“Bukan karena kemarau, karena sumur kami itu biarpun musim kemarau tidak pernah kering. Baru kali ini kering, termasuk juga sumur milik masyarakat sekitar,” jelasnya. Kondisi ini membuat siswa kesulitan menggunakan air untuk kebutuhan dasar seperti buang air.

Meski begitu, Lukman mengakui bahwa selama ini pihak sekolah memiliki hubungan cukup baik dengan perusahaan melalui berbagai program sosial seperti bantuan makanan bergizi dan program CSR lainnya. Namun, ia menyesalkan belum adanya tindakan nyata dari pihak PGP terhadap masalah yang kini dihadapi.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi I DPRD Pohuwato Abdul Hamid Sukoli menegaskan agar pemerintah daerah segera mengambil langkah tegas.

“Melalui Dinas Pendidikan kami berharap agar masalah ini disampaikan kepada Pak Bupati. Harus sudah ada tindakan konkret dalam menyelesaikan permasalahan ini,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi I Iwan Abay menambahkan bahwa pihaknya akan meninjau langsung lokasi tambang untuk memastikan kondisi yang dikeluhkan masyarakat.

“Ini menjadi atensi kami. Komisi I DPRD Pohuwato akan turun langsung ke lokasi agar dapat mencari solusi terbaik,” katanya.

Redaksi Autentik

Recent Posts

Tok! APBD 2026 Disahkan, Tak Ada Anggaran Hibah

Autentik.id, Legislatif - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pohuwato menggelar Rapat Paripurna ke-28 dengan…

5 hari ago

Tak Kenal Hari Libur, DPRD – Pemda Maraton Bahas APBD 2026

Autentik.id, Legislatif - Meskipun Ahad (23/11/2025) merupakan hari libur, DPRD Pohuwato bersama Pemerintah Kabupaten Pohuwato…

1 minggu ago

BJA Serap 72 Persen Pekerja Lokal, Yulian : Harus Bisa Lebih

Autentik.id, Legislatif - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pohuwato, Yuliani Rumampuk, memberikan apresiasi besar…

1 minggu ago

Tiga Pelaku PETI di Pohuwato Ditangkap, Polisi : Perannya Berbeda

Autentik.id, Hukrim - Upaya pemberantasan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kembali memperlihatkan hasil. Polres Pohuwato…

1 minggu ago

Pani Gold Mine Turun Tangan, Bantu Jaga Nutrisi Ibu dan Anak Hulawa

Autentik.id, News - Pani Gold Mine memperkuat komitmen keberlanjutan sosial melalui pelaksanaan program Pemberian Makanan…

1 minggu ago

Capaian PAD Pertanian Terjun Bebas, Febri Mardain Soroti Ketidakhadiran Kadis

Autentik.id, Legislatif - Anggota Komisi II DPRD Pohuwato, Febri Mardain, menyoroti ketidakhadiran Kepala Dinas Pertanian…

2 minggu ago

This website uses cookies.