Autentik.id, Legislatif – Selain persoalan rumah layak huni, masalah malaria juga menjadi perhatian utama dalam reses Ketua DPRD Kabupaten Pohuwato yang dipusatkan di Desa Pohuwato Timur, Kecamatan Marisa, Kamis (6/2/2025).
Dihadapan ratusan konstituen yang hadir, Beni menekankan pentingnya penanganan yang komprehensif dengan melibatkan pemerintah daerah, DPRD, juga masyarakat.
“Malaria bukan hanya tanggung jawab DPRD, tetapi tanggungjawab bersama. Kita belum bisa memastikan penyebab utama, apakah dari kubangan tambang atau faktor kebersihan lingkungan. Yang jelas, saat ini malaria sudah berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB), sehingga perlu langkah cepat dan konkret,” tegasnya.
Sebagai upaya penanganan, DPRD Pohuwato meminta Dinas Kesehatan segera melakukan fogging untuk menekan penyebaran penyakit.
Selain itu, Beni juga mendorong pemerintah desa mengalokasikan anggaran melalui Alokasi Dana Desa (ADD) untuk mendukung pencegahan malaria di wilayah masing-masing.
“Ini juga tentu membutuhkan dukungan pemerintah Desa sebagai garda terdepan dan bersentuhan langsung dengan masyarakat,” pungkasnya.
Penulis : Riyan Lagili
Autentik.id, Legislatif - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pohuwato menggelar Rapat Paripurna ke-28 dengan…
Autentik.id, Legislatif - Meskipun Ahad (23/11/2025) merupakan hari libur, DPRD Pohuwato bersama Pemerintah Kabupaten Pohuwato…
Autentik.id, Legislatif - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pohuwato, Yuliani Rumampuk, memberikan apresiasi besar…
Autentik.id, Hukrim - Upaya pemberantasan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kembali memperlihatkan hasil. Polres Pohuwato…
Autentik.id, News - Pani Gold Mine memperkuat komitmen keberlanjutan sosial melalui pelaksanaan program Pemberian Makanan…
Autentik.id, Legislatif - Anggota Komisi II DPRD Pohuwato, Febri Mardain, menyoroti ketidakhadiran Kepala Dinas Pertanian…
This website uses cookies.