Autentik.id – Anggota DPRD Kabupaten Pohuwato, Hi. Miswar Yunus, kembali turun ke tengah masyarakat dalam agenda Reses Masa Persidangan Kedua Tahun Kedua Masa Jabatan 2024-2029. Sabtu, (07/02/2026). Di Desa Maleo. Popayato Timur.
Pertemuan ini bukan sekadar agenda formal legislatif, melainkan menjadi ajang pelepas rindu bagi Miswar yang sempat menepi sejenak dari aktivitas publik akibat kondisi kesehatan.
Dihadapan ratusan konstituen yang memadati lokasi, Miswar tidak dapat menyembunyikan rasa harunya. Ia mengungkapkan bahwa kerinduannya untuk bertatap muka dengan warga sangat mendalam setelah hampir dua tahun terbatas dalam berinteraksi.
“Hampir dua tahun saya tidak bisa bertatap muka langsung seperti ini dengan Bapak dan Ibu sekalian. Bukan karena disengaja, tapi karena kondisi kesehatan saya. Hari ini, saya sangat bersyukur bisa kembali hadir di tengah-tengah kita semua,” tutur Miswar dengan nada bicara yang bergetar.
Tak ingin sekadar bertegur sapa, Miswar membawa serta “tim lengkap” untuk menjawab kebutuhan warga. Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan dari Dinas Sosial, Dinas Pertanian, Perindagkop, serta Camat Popayato Timur. Langkah ini diambil agar setiap keluhan masyarakat bisa langsung dicatat dan direspons oleh instansi teknis terkait.
Beberapa isu strategis yang mencuat dalam reses tersebut antara lain:
Ketahanan Pangan & Pertanian: Masyarakat menyoroti rendahnya kualitas bibit jagung yang merugikan petani serta potensi besar perkebunan mente dan kakao sebagai alternatif komoditas unggulan.
Infrastruktur & Keamanan: Percepatan program MBG (Makan Bergizi Gratis) di wilayah barat, penegasan batas wilayah kecamatan, serta tuntutan pengadaan armada Pemadam Kebakaran (Damkar).
Kesejahteraan Sosial: Keluhan mengenai rendahnya insentif bagi para Imam (Rp250.000/bulan) yang dinilai tidak lagi relevan dengan kebutuhan saat ini.
Lingkungan Hidup: Desakan untuk reboisasi hutan gundul guna mengantisipasi bencana banjir yang kian mengancam.
Menanggapi rentetan aspirasi tersebut, Miswar Yunus menegaskan posisinya sebagai penyambung lidah rakyat di parlemen. Terkait masalah pertanian, ia mendorong masyarakat memanfaatkan lahan kosong dengan tanaman produktif dan berjanji akan memperjuangkan ketersediaan bibit yang berkualitas.
Mengenai kesejahteraan tokoh agama, Miswar memberikan atensi khusus. “Insentif imam sebesar 250 ribu rupiah tentu sangat minim. Ini akan menjadi poin krusial yang akan saya perjuangkan di DPRD agar ada penyesuaian yang lebih manusiawi,” tegasnya.
Menutup kegiatan reses, Miswar memastikan bahwa program MBG untuk wilayah Popayato Timur akan berjalan tahun ini dan seluruh aspirasi, mulai dari masalah plasma hingga Damkar, telah masuk dalam catatan prioritasnya.
“Insya Allah, apa yang menjadi harapan Bapak dan Ibu akan saya kawal sekuat tenaga. Saya di sini karena kepercayaan Bapak dan Ibu, dan saya adalah wakil kalian di DPRD,” pungkasnya.
Autentik.id – Kabupaten Pohuwato kini menjadi garda terdepan dalam memperkuat kedaulatan pangan nasional di Provinsi…
Parelemen – Ketua DPRD Kabupaten Pohuwato, Beni Nento, kembali turun ke konstituennya di Daerah Pemilihan…
Autentik.id – Anggota DPRD Kabupaten Pohuwato, Idris Kadji, kembali menyapa konstituennya dalam agenda Reses Masa…
Autentik.id – Anggota DPRD Kabupaten Pohuwato, Wawan Kurniawan Wakiden, kembali turun ke tengah masyarakat dalam…
Autentik.id – Antusiasme masyarakat Desa Tunas Harapan pecah saat menyambut kehadiran Anggota DPRD Kabupaten Pohuwato,…
Autentik.id, News - Rintihan petani sawah dari Kecamatan Buntulia dan Duhiada’a akhirnya sampai juga ke…
This website uses cookies.