Pemilu

Peras Keringat Tanpa Honor: Tiga Mantan PKD Buntulia Tuntut Pembayaran

Autentik.id, Pemilu – Tiga mantan Pengawas Kelurahan Desa (PKD) di Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, kini menuntut kepada Panitia Pengawas Kecamatan setempat, setelah merasa telah bekerja keras peras keringat mengawasi pelaksanaan tahapan Pilkada di tingkat desa, namun justru mendapati honor dan nota dinas yang tak kunjung dicairkan.

Kini, para mantan PKD itu meminta kejelasan dan keadilan atas hak mereka yang belum dibayar, meski keringat telah tumpah demi menjalankan tugas.

Yakub Balu, salah satu mantan PKD kepada awak media menanyakan persoalan honor yang tak kunjung dibayarkan. Mengingat dalam aturan, jika berhenti sebagai PKD setelah tanggal 15, maka gaji PKD masih harus dibayarkan full.

“Kami 3 orang mundur jadi PKD di tanggal yang sama, di hari yang sama. Kami mundur karena ketidaknyamanan dalam bekerja,” ungkap Yakub.

Tak hanya soal honor, Yakub juga mengatakan bahwa pihaknya telah membuat nota dinas atau perjalanan dinas, namun hingga kini nota dinas tersebut tak kunjung dicairkan. Lebih-lebih nota Dinas maupun Laporan Hasil Pengawasan (LHP) tersebut menandakan ketiga anggota PKD bertanggungjawab menyelesaikan tugas sebelum akhirnya menyatakan mundur.

“Nota dinas itu seharusnya dorang staf yang buat, tetapi hanya dibebankan kepada kita. Yang terpenting kita sudah membuat LHP (laporan hasil pengawasan). Dari LHP, kemudian itu di saring menjadi nota dinas,” tegasnya.

Dirinya berharap, untuk honor segera disalurkan. Dirinya tak ingin masalah ini dibesarkan.

“Di salurkan saja, jangan sampai akan ada permasalahan selanjutnya,” harapnya.

Sementara itu, ketua Panwascam Buntulia, Ridwan Lasimpala saat dikonfirmasi awak media menjelaskan, terkait hak mereka dirinya sebagai pucuk pimpinan Panwascam telah melakukan koordinasi ke jajaran Bawaslu Pohuwato.

“Kita juga ada Monet dari Provinsi terkait dengan honor mereka. Nah terkait administrasi itu bisa dibayarkan ketika pelaporan bulanan ada, kewajiban sudah dilaksanakan. LHP itu hanya laporan hasil pengawasan,” terangnya.

Ditanyai contoh laporan bulanan kepada ketua Panwascam Buntulia, justru Ridwan mengarahkan awak media ini untuk melakukan konfirmasi ke Bawaslu Pohuwato.

“Kalau bapak ingin bicara ril langsung data begitu, nanti langsung ke Bawaslu Pohuwato. Kita di wascam Itu harus memasuki laporan bulanan,” kata Ridwan.

Terkait kemunduran mereka, dirinya saat itu telah berupaya untuk melakukan mediasi. Namun menurutnya alasan ketiga PKD mundur tidak masuk akal.

“Mereka mundur karena keharmonisan itu kan tidak masuk akal. Kalau mereka mundur karena ada pekerjaan lain atau sedang sakit, Itu kan masih bisa terterima,” papar Ridwan.

 

 

Penulis : Riyan Lagili

Redaksi Autentik

Recent Posts

Lagi, Polres Pohuwato Amankan Satu Ekskavator di Lokasi PETI Damahukiki

Autentik.id, Hukrim -  Ketegasan aparat kepolisian dalam memberantas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten…

7 hari ago

Video “Party” Karyawan di Tengah Banjir Hulawa Tuai Kritik, Pani Gold Mine Minta Maaf

Autentik.id, News - Beredarnya video "party" yang menunjukkan sejumlah karyawan Pani Gold Mine sedang berpesta…

2 minggu ago

Merdeka Gold Gandeng BKSDA Sulut, Dorong Konservasi Cagar Alam Panua

Autentik.id, News - Komitmen terhadap praktik pertambangan berkelanjutan terus diperkuat oleh PT Merdeka Gold Resources…

2 minggu ago

Grup Merdeka Hadir untuk Sumatra: Rp977 Juta Disalurkan untuk Pemulihan

Autentik.id, Nasional - Di tengah upaya pemulihan bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah…

4 minggu ago

Polemik Pangkat & Gaji ASN, DPRD Turun Mengawal

Autentik.id-Legislatif– Menindaklanjuti aduan puluhan guru dan tenaga kesehatan (nakes) terkait penurunan kepangkatan serta penundaan pembayaran…

1 bulan ago

Hamdi Tagih Janji Alih Profesi : Jangan Biarkan Penambang Menganggur

Autentik.id, Legislatif – Sorotan terhadap kewajiban perusahaan dalam memberikan alih profesi kepada penambang lokal kembali…

1 bulan ago

This website uses cookies.