Autentik.id, News— Aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di wilayah Desa Bulangita, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, kembali menjadi sorotan. Belasan unit alat berat jenis ekskavator terpantau secara masif melakukan aktivitas pengerukan material di kawasan yang diduga kuat menjadi lokasi pertambangan emas ilegal.
Pantauan langsung awak media di lokasi pada Jumat (4/9/2026) menunjukkan sejumlah alat berat dari berbagai merek, di antaranya Zoomlion, Hitachi, Komatsu, hingga LiuGong, tampak aktif mengeruk dan memindahkan material di area pertambangan.
Aktivitas tersebut berlangsung secara terbuka. Sejumlah ekskavator terlihat terus beroperasi di lokasi, seolah aktivitas penambangan tersebut berjalan tanpa hambatan.
Kondisi ini pun menimbulkan pertanyaan terkait legalitas kegiatan pertambangan yang berlangsung di kawasan tersebut, khususnya mengenai perizinan dan pengawasan terhadap aktivitas penggunaan alat berat dalam kegiatan pertambangan emas.
Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan dari pihak pengelola tambang mengenai izin resmi maupun legalitas aktivitas pertambangan di lokasi tersebut.
Sementara itu, Kapolres Pohuwato AKBP Busroni saat dikonfirmasi mengenai aktivitas PETI di wilayah Bulangita menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti informasi tersebut.
“Kami akan tindak lanjuti,”ujar Busroni singkat melalui pesan WhatsApp.
Autentik.id, News - Di era ketika teknologi semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari, kecerdasan buatan…
Autentik.id, News - Senyum anak-anak yatim menjadi warna tersendiri dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW…
Autentik.id, Pohuwato - Kegiatan Genzi Beraksi di Kabupaten Pohuwato berlangsung meriah, Sabtu (29/8/2026). Mengusung semangat…
Autentik.id, News - Komitmen untuk terus menebar kebaikan kembali ditunjukkan YR TIM melalui kegiatan sosial…
Autentik.id, Pohuwato— Ketua DPRD Kabupaten Pohuwato, H. Beni Nento menghadiri doa dan perayaan Maulid Nabi…
Autentik.id, Parlemen— Sejumlah tenaga pendidik di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 02 Duhiada’a, Kabupaten Pohuwato, mengadukan…
This website uses cookies.