Kepala Bappeda Pohuwato, Irfan Saleh, saat hadir dalam perayaan HUT Burung Indonesia, Senin (9/12/2024).
Autentik.id, Daerah – Masalah sampah rupanya masih menjadi PR hampir di semua wilayah, tak jarang sampah “Tak terurus” masih menjadi tontotan sehari-hari masyarakat. Untuk mengurai masalah ini, Pemerintah Kabupaten Pohuwato, bekerja sama dengan Burung Indonesia dan sejumlah lembaga mitra lainnya, terus melakukan pengembangan program pengelolaan sampah yang bertujuan mengurangi masalah sampah plastik dan organik hingga tingkat desa.
Disampaikan Kepala BAPPEDA Pohuwato, Irfan Saleh, dalam perayaan HUT Burung Indonesia, untuk mengurai masalah sampah di Kabupaten Pohuwato, pemerintah terus mengembangkan pengelolaan sampah yang berlokasi di Desa Teratai. Dimana program tersebut telah dikembangkan bersama Burung Indonesia sebagai mitra.
“Dan sekarang sementara kita rintis UPST khusus pengomposan. Jadi puluhan ribu ton sampah di Marisa ini termasuk pasar insya Allah akan diolah disana menjadi pupuk kompos. Dengan kapasitas produksi 10 sampai 20 ton pupuk organik bisa kita hasilkan perbulan, ini bisa kita manfaatkan untuk program pengembangan lahan pekarangan, juga untuk menjawab masalah pertanian,” ungkapnya, Senin (9/12/2024).
Hadirnya dua UPST ini diharapkan Irfan akan dikolaborasikan dengan program BUMDes di Kabupaten Pohuwato sehingga nanti selain bermanfaat untuk mengurangi masalah sampah, terobosan ini akan ikut membantu perekonomian desa.
“Disini sudah ada unit pengelolaan sampah plastik dan itu dibeli, bisa sampai 3 ribu per Kilogram. Ini bisa kita kolaborasi Misal lewat BUMDes, beli saja itu semua sampah plastik di masyarakat, bikin penampungan lalu per minggunya atau perbulan di kirim ke UPST yang kemudian bisa menjadi PAD BUMDes. Ini contoh solusi kecil,” ujarnya.
Tak hanya sampah plastik, sampah organik dari limbah rumah makan maupun masyarakat juga nantinya akan dimanfaatkan sebagai pupuk kompos yang nantinya juga akan mendorong program desa berkaitan dengan pemanfaatan lahan pekarangan rumah warga
“Pupuknya bisa di beli lagi untuk mendukung program pemanfaatan lahan pekarangan rumah,” pungkasnya.
Penulis : Riyan Lagili
Autentik.id, Hukrim - Ketegasan aparat kepolisian dalam memberantas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten…
Autentik.id, News - Beredarnya video "party" yang menunjukkan sejumlah karyawan Pani Gold Mine sedang berpesta…
Autentik.id, News - Komitmen terhadap praktik pertambangan berkelanjutan terus diperkuat oleh PT Merdeka Gold Resources…
Autentik.id, Nasional - Di tengah upaya pemulihan bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah…
Autentik.id-Legislatif– Menindaklanjuti aduan puluhan guru dan tenaga kesehatan (nakes) terkait penurunan kepangkatan serta penundaan pembayaran…
Autentik.id, Legislatif – Sorotan terhadap kewajiban perusahaan dalam memberikan alih profesi kepada penambang lokal kembali…
This website uses cookies.