Daerah

Warga Rindukan Pelayanan Ala “Gebyar SMS”

Autentik.id, Daerah – 100 hari kerja pemerintahan SIAP (Saipul Mbuinga – Iwan Adam) telah berlalu. Beragam terobosan telah dilakukan oleh pemerintahan ini termasuk memperjuangkan Kabupaten Pohuwato agar masuk dalam salah satu proyek strategis nasional atau PSN.

Meski terobosan demi terobosan sudah dilakukan. Namun, rasanya masih ada yang kurang. Warga yang sudah terlanjur terbiasa dengan model pendekatan pelayanan pemerintah hingga ke desa-desa, mulai merindukan hal itu.

Sejak zaman Syarif Mbuinga namanya GEMA PANUA (Gerakan Bersama Pelayanan untuk Semua). Model pelayanan yang sama kemudian diduplikat oleh pemerintahan SMS (Saipul Mbuinga – Suharsi Igirisa) dan diberi nama GEBYAR SMS (Gerakan Bersama Rakyat Sehat Maju dan Sejahtera).

Wajar, kalau warga mulai merindukan pelayanan pemerintah daerah dengan model seperti itu. Sebab untuk mengurus sesuatu di pusat kabupaten, warga harus menyisihkan biaya yang tak sedikit hanya untuk pergi pulang. Apalagi yang jauh dari pusat pelayanan.

Bagi warga, Hadirnya GEMA PANUA dan GEBYAR SMS, tentu sangat memudahkan. Bupati dan Wakil Bupati hadir di tengah-tengah warga dan memboyong semua dinas dan beberapa mitra kerja pemerintah untuk melayani warga baik itu pengurusan administrasi kependudukan, perizinan, pelayanan kesehatan gratis, pasar murah hingga penyerahan bantuan yang tak sedikit.

“Kami rindu pak. Kami berharap pak Bupati di periode kedua ini tetap punya program dengan model pelayanan yang sama,” pinta Zul, salah satu warga Randangan sembari berharap akan ada duplikat program GEBYAR SMS di periode kedua Saipul Mbuinga.

Menanggapi aspirasi warga, Kepala Bapppeda Pohuwato, Irfan Saleh, menyampaikan, kaitan program tersebut pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Bupati maupun Wakil Bupati yang kemudian disepakati akan dipersiapkan pelaksanaannya setelah APBD Perubahan nanti.

“Sudah koordinasi dengan pak Bupati dan pak Wabup, insya Allah setelah APBD-P, Karena mesti dipersiapkan anggarannya,” ungkapnya.

Tak hanya itu, kaitan dengan nama programnya sendiri sudah ditentukan, tinggal persiapan regulasi pelaksanaannya.

“Juga desain nama aksinya juga sudah ada, tinggal kita persiapkan konsep dan regulasinya,” pungkasnya. (mg-05)

 

 

(mg-05)

Redaksi Autentik

Recent Posts

Petani Keluhkan Pupuk, Kamri Alwi : Stok Aman, Distribusi yang Bermasalah

Autentik.id, News – Keluhan para petani di Kecamatan Taluditi terkait tersendatnya distribusi pupuk akhirnya mendapat…

2 hari ago

Petani Terancam Gagal Tanam, Pemprov Diminta ‘Jangan Tidur’

Autentik.id, Pohuwato – Kegelisahan mulai menyelimuti para petani di Kecamatan Taluditi, Kabupaten Pohuwato. Hingga memasuki…

2 hari ago

Curhat Soal Jalan, Ojek Tambang Titip Harapan ke Beni Nento

Autentik.id, Parlemen — Suasana hangat dan penuh keakraban terlihat saat Ketua DPRD Pohuwato, H. Beni…

3 hari ago

Agenda Reses, DPRD Pohuwato Tinjau PETI Teratai-Bulangita

MAutentik.id, Legislatif — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pohuwato melakukan peninjauan langsung ke lokasi…

5 hari ago

Enam Warga Popayato Dipenjara, Japesda Sebut Ada Upaya Intimidasi dan Pembungkaman

Autentik.id, News — Perjuangan menuntut hak plasma berujung pahit bagi enam warga Popayato. Setelah aksi…

1 minggu ago

Jenni Tulung Prihatin Warga Diduga Minum Racun Akibat Polemik Plasma IGL

Autentik.id, Parlemen — Anggota DPRD Pohuwato, Jenni Ema Tulung, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa yang…

2 minggu ago

This website uses cookies.