Daerah

Proyek Cetak Sawah Pohuwato, Kamri Alwi : 500 Hektare Sudah Ready

Autentik.id – Kabupaten Pohuwato kini menjadi garda terdepan dalam memperkuat kedaulatan pangan nasional di Provinsi Gorontalo. Melalui skema Proyek Strategis Nasional (PSN), daerah yang dijuluki “Bumi Panua” ini tengah memacu pencetakan sawah baru seluas 5.642 hektare dengan dukungan anggaran fantastis senilai Rp207 miliar dari Kementerian Pertanian RI.

Program ini merupakan pengejawantahan dari visi Quick Wins pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Secara nasional, pemerintah membidik target ekstensifikasi lahan sub-optimal hingga 480 ribu hektare guna mempercepat swasembada pangan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pohuwato, Kamri Alwi, mengungkapkan bahwa pengerjaan fisik di lapangan terus menunjukkan tren positif. Hingga awal Februari 2026, ratusan hektare lahan telah berhasil dikonversi menjadi lahan produktif.

“Dari target 5.642 hektare, saat ini sudah sekitar 500 hektare yang selesai dicetak. Progres ini akan terus naik seiring dengan percepatan alat berat di lapangan,” ujar Kamri saat dikonfirmasi pada Minggu (08/02/2026).

Fokus utama proyek ini berada di wilayah Kecamatan Randangan. Dalam pelaksanaannya, Dinas Pertanian juga bersinergi dengan TNI untuk memastikan percepatan konstruksi lahan dan infrastruktur pendukung lainnya.

Meski progres fisik berjalan lancar, Kamri mengakui adanya tantangan non-teknis, yakni terkait validasi kepemilikan tanah. Banyak pemilik lahan yang tidak berdomisili di lokasi proyek, melainkan tersebar di Marisa, Duhiadaa, hingga ke luar daerah seperti Kota Gorontalo dan Palu.

“Kami harus ekstra hati-hati. Konfirmasi pemilik lahan sangat krusial sebelum alat berat masuk. Kami ingin memastikan bahwa setelah sawah dicetak, lahan tersebut langsung bisa ditanami dan jelas siapa pengelolanya,” jelas Kamri.

Langkah ini diambil untuk menghindari adanya lahan yang “mubazir” atau sengketa di kemudian hari, mengingat target utama program ini adalah pemanfaatan langsung untuk masa tanam pertama.

Lebih dari sekadar mengejar produksi beras, Kamri optimistis proyek ini akan menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi masyarakat Pohuwato. Berdasarkan kalkulasi teknis, luas lahan 5.000-an hektare diprediksi mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

“Ini adalah peluang emas bagi masyarakat. Sektor pertanian harus menjadi sektor unggulan yang mampu menekan angka pengangguran dan kemiskinan di Pohuwato secara signifikan,” pungkasnya.

Wahyudin Lahai

Recent Posts

Gerak Cepat Polres Pohuwato Tangkap Pelaku Curanmor di Sipatana

Autentik.id– Jajaran Polres Pohuwato melalui Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait…

1 minggu ago

Turnamen Balap Perahu Sukses, Dongkrak UMKM dan Tarik Peserta Antar Daerah

Autentik.id – Turnamen balap perahu Bala-bala (ketinting) yang digelar di Pantai Pohon Cinta, Kabupaten Pohuwato,…

1 minggu ago

Terima LKPJ 2025, Fraksi Gerindra Beri Warning : Penambang Bukan Musuh Pemerintah

Autentik.id, Legislatif – Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Pohuwato menyatakan menerima Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ)…

1 minggu ago

Open House Kapolres, Perkuat Sinergi Polres dan Pemda Pohuwato

Autentik.id – Dalam suasana Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Kapolres Pohuwato AKBP Busroni menggelar open…

2 minggu ago

Investasi Pani Gold Mine Jadi Napas Baru Ekonomi Pohuwato

Autentik.id, News - Di balik kemudi sebuah taksi yang menyusuri aspal panas Marisa-Gorontalo, Iqbal Alhadar…

2 minggu ago

Tambang Emas Pani Gelar Pasar Sembako Murah untuk Warga

Autentik.id, News - Siapa yang tidak senang kalau uang Rp50.000 bisa dapat beras, minyak, hingga…

3 minggu ago

This website uses cookies.