Hukum & Kriminal

Polres Pohuwato Ungkap Fakta Pembacokan di Tambang Ilegal Popayato Barat

Autentik.id, Hukrim – Kepolisian Resor (Polres) Pohuwato akhirnya memberikan keterangan resmi terkait insiden dugaan penembakan dan pembacokan yang terjadi di lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Kilometer 18, Kecamatan Popayato Barat, yang melibatkan seorang pria berinisial L dan seorang pemuda berinisial AL.

Dalam keterangannya, pihak kepolisian mengungkapkan bahwa insiden berdarah tersebut dilatarbelakangi oleh dendam lama yang telah berlangsung sejak tahun 2004.

Dimana pernah terjadi penganiayaan yang dilakukan L pada orang tua dari Utun (kerabat korban,red) yang membuat orang tua Utun Cacat seumur hidup.

“Saat kejadian itu, Utun masih kecil dan kemudian sempat merantau ke Papua selama 10 tahun. Kini setelah kembali dewasa, diduga Utun memiliki niat untuk membalas dendam,” jelas Kapolres Pohuwato, AKBP Busroni, melalui bagian Humas, Bripka Dersi Akim, Rabu (18/6/2025).

Dendam lama Utun pun sampai ke telinga L yang membuatnya naik pitam dan langsung menuju lokasi PETI Kilometer 18 untuk mencari Utun.

Tiba di pondok atau kamp tempat Utun biasa beristirahat L tak mendapati Utun yang sudah melarikan diri lebih dulu.

Sasaranya tak didapatinya, L diduga melampiaskan amarahnya dengan membacok salah satu penghuni pondok yang tersisa. Dari sembilan orang yang berada di lokasi, dua diantaranya mengalami luka bacok. Delapan orang telah ditemukan, sementara satu orang lainnya hingga kini masih dalam pencarian.

“Dalam aksi itu, satu korban mengalami luka bacok di kepala dan satu lagi luka di bagian tangan. Satu orang dari kelompok tersebut masih belum ditemukan,” ungkapnya.

Terkait dugaan penembakan yang juga sempat dilaporkan, Polres Pohuwato menyatakan masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Dia pun memastikan terduga pelaku L saat ini telah diamankan dan menjalani pemeriksaan intensif.

“Untuk kejadian tembakan, kami masih mendalami dan akan merilis informasi lengkapnya setelah proses penyelidikan selesai,” lanjutnya.

Pihak kepolisian memastikan bahwa proses hukum akan terus berjalan dan menghimbau masyarakat agar tetap tenang serta tidak terpancing oleh isu-isu yang belum terverifikasi. (mg-05)

Redaksi Autentik

Recent Posts

Lagi, Polres Pohuwato Amankan Satu Ekskavator di Lokasi PETI Damahukiki

Autentik.id, Hukrim -  Ketegasan aparat kepolisian dalam memberantas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten…

7 hari ago

Video “Party” Karyawan di Tengah Banjir Hulawa Tuai Kritik, Pani Gold Mine Minta Maaf

Autentik.id, News - Beredarnya video "party" yang menunjukkan sejumlah karyawan Pani Gold Mine sedang berpesta…

2 minggu ago

Merdeka Gold Gandeng BKSDA Sulut, Dorong Konservasi Cagar Alam Panua

Autentik.id, News - Komitmen terhadap praktik pertambangan berkelanjutan terus diperkuat oleh PT Merdeka Gold Resources…

2 minggu ago

Grup Merdeka Hadir untuk Sumatra: Rp977 Juta Disalurkan untuk Pemulihan

Autentik.id, Nasional - Di tengah upaya pemulihan bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah…

4 minggu ago

Polemik Pangkat & Gaji ASN, DPRD Turun Mengawal

Autentik.id-Legislatif– Menindaklanjuti aduan puluhan guru dan tenaga kesehatan (nakes) terkait penurunan kepangkatan serta penundaan pembayaran…

1 bulan ago

Hamdi Tagih Janji Alih Profesi : Jangan Biarkan Penambang Menganggur

Autentik.id, Legislatif – Sorotan terhadap kewajiban perusahaan dalam memberikan alih profesi kepada penambang lokal kembali…

1 bulan ago

This website uses cookies.