Legislatif

20 Tahun HGU Tak Bayar Pajak dan Terbengkalai, Iwan Abay : Kembalikan Saja ke Rakyat

Autentik.id, Legislatif – Komisi I DPRD Kabupaten Pohuwato, kembali menggelar rapat dengar pendapat terkait dengan status lahan yang dikelola masyarakat Desa Bulili Kecamatan Duhiadaa, yang sebelumnya berstatus Hak Guna Usaha (HGU) milik PT Perikanan Nusantara.

Dipimpin Ketua Komisi I, Iwan Abay, rapat kali ini turut dihadiri Kepala Dinas Perikanan, Badan Pertanahan, serta Kepala Desa Bulili Mukhtar Lopuo.

Usai rapat, Iwan Abay, menyebut bahwa pada prinsipnya kalau benar status lahan tersebut memiliki ijin, sudah barang tentu ada aktivitas. Namun pada faktanya di lapangan menunjukkan bahwa lokasi itu sudah terlantar dan sudah dimanfaatkan oleh masyarakat menjadi lahan pertanian.

“Kurang lebih 20 tahun tidak ada aktivitas apa-apa nah berikutnya juga mereka setelah dikonfirmasi di kantor desa di Pemerintah Desa tidak lagi bayar pajak. Pun dengan bangunan, disana sudah tidak ada,” jelas Iwan Abay.

Melalui aspirasi masyarakat itu, DPRD khususnya Komisi I, tentu akan mendorong pemerintah daerah agar tidak memperpanjang pengurusan ijin HGU.

“Intinya tidak lagi memperpanjang izinnya. Kami meminta untuk tidak diperpanjang dengan pertimbangan teknisnya lokasi itu terlantar. Selama kurang lebih 20 tahun tidak ada aktivitas apa-apa dan tak bayar pajak. Kembalikan saja ke Rakyat,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Desa Bulili, Kecamatan Duhiadaa, Mukhtar Lopuo menjelaskan, apa yang menjadi pokok pembahasan dalam RDP kali ini memang merupakan aspirasi masyarakat desa utamanya para petani yang telah memanfaatkan lahan tersebut. Dengan berakhirnya kontrak HGU di lahan tersebut, dirinya berharap agar keberpihakan pemerintah bisa memberikan harapan bagi masyarakat.

“Memang ini permintaan masyarakat agar untuk memperjuangkan hak-hak mereka yang selama ini telah memanfaatkan lahan HGU karena memang sudah terbengkalai. Fasilitas sudah tidak ada, apalagi selama saya menjabat saya itu tidak pernah ada pajak yang dibayarkan ke desa,” pungkasnya.

 

 

Penulis : Riyan Lagili

 

 

 

 

Redaksi Autentik

Recent Posts

Petani Keluhkan Pupuk, Kamri Alwi : Stok Aman, Distribusi yang Bermasalah

Autentik.id, News – Keluhan para petani di Kecamatan Taluditi terkait tersendatnya distribusi pupuk akhirnya mendapat…

2 hari ago

Petani Terancam Gagal Tanam, Pemprov Diminta ‘Jangan Tidur’

Autentik.id, Pohuwato – Kegelisahan mulai menyelimuti para petani di Kecamatan Taluditi, Kabupaten Pohuwato. Hingga memasuki…

2 hari ago

Curhat Soal Jalan, Ojek Tambang Titip Harapan ke Beni Nento

Autentik.id, Parlemen — Suasana hangat dan penuh keakraban terlihat saat Ketua DPRD Pohuwato, H. Beni…

3 hari ago

Agenda Reses, DPRD Pohuwato Tinjau PETI Teratai-Bulangita

MAutentik.id, Legislatif — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pohuwato melakukan peninjauan langsung ke lokasi…

5 hari ago

Enam Warga Popayato Dipenjara, Japesda Sebut Ada Upaya Intimidasi dan Pembungkaman

Autentik.id, News — Perjuangan menuntut hak plasma berujung pahit bagi enam warga Popayato. Setelah aksi…

1 minggu ago

Jenni Tulung Prihatin Warga Diduga Minum Racun Akibat Polemik Plasma IGL

Autentik.id, Parlemen — Anggota DPRD Pohuwato, Jenni Ema Tulung, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa yang…

2 minggu ago

This website uses cookies.