Foto : Ilustrasi aksi demonstrasi ribuan massa tergabung dalam Aliansi Bara Api. (ilustrasi)
Autentik.id, News – Aliansi Barisan Rakyat Anti Penindasan (Bara Api) secara resmi menyatakan genderang perang terhadap praktik intimidasi dan kriminalisasi yang selama ini mencekik para penambang rakyat di wilayah Pani Dalam dan Pani Luar. Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 5.000 massa aksi dijadwalkan akan turun ke jalan untuk menyuarakan hak-hak penambang lokal.
Aksi yang bertepatan dengan momentum Hari Buruh Internasional ini diduga dipicu oleh rentetan operasi penyisiran dan pengusiran paksa yang dialami warga di lima titik vital, yakni Alamotu, Nanasi, Dulamayo, Sungai Kaya, dan Borose.
Rakyat menilai, kehadiran tim pengamanan dan patroli dari anak perusahaan PT. Merdeka Copper Gold bukan lagi untuk menjaga ketertiban, melainkan menjadi instrumen penindasan yang masif.
Jenderal Lapangan Aliansi Bara Api, Yosar Ruiba, menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bentuk pertahanan diri terakhir rakyat yang ruang geraknya terus dipersempit oleh korporasi.
”Kami sudah kenyang dengan intimidasi. Setiap hari, kriminalisasi menjadi ‘sarapan’ wajib bagi penambang rakyat di Pani. Kami bergerak karena hak kami diinjak-injak, lokasi milik masyarakat yang masuk dalam konsesi perusahaan hingga kini belum juga dibayarkan, sementara kami justru diusir dari tanah kami sendiri,” tegas Yosar.
”Aksi ini adalah pesan keras kepada PT. Merdeka Copper Gold dan pemerintah daerah bahwa Jangan sekali-kali menguji kesabaran rakyat yang haknya seolah dirampas dan tertindas. Kami menuntut keadilan, bukan sekadar janji manis di atas kertas yang sampai hari ini tak tahu sudah sampai mana progres nya,”
Aksi massa ini kata Yosar akan menyasar tiga titik utama sebagai simbol perlawanan. Diantaranya Mapolres Pohuwato dengan tujuan menuntut penghentian segala bentuk kriminalisasi terhadap penambang.
”Juga titik aksi kami diantaranya, Kantor Bupati Pohuwato untuk Menagih keberpihakan pemerintah terhadap nasib rakyat kecil dan Kantor Anak Perusahaan PT. Merdeka Copper Gold untuk Menuntut penyelesaian pembayaran lahan dan penghentian operasi pengusiran,” ungkapnya.
Kata Dia, Aliansi Bara Api memastikan bahwa suara rakyat tidak akan bisa lagi dibungkam oleh tembok tebal kantor korporasi maupun barikade petugas.
”Tuhan berpihak pada kami yang tertindas,” tegasnya.
Meski dibayangi trauma intimidasi, Aliansi Bara Api membuktikan bahwa mereka tetap menjadi warga negara yang taat dengan prosedur administrasi unjuk rasa, termasuk menyampaikan surat pemberitahuan resmi ke pihak kepolisian.
Menutup keterangannya, Yosar menyisipkan sindiran tajam mengenai kontrasnya sikap rakyat dan perlakuan yang mereka terima.
”Kami ini rakyat yang tahu tata krama bernegara. Meski kami setiap hari ‘dihajar’ dengan penyisiran dan diusir dari tanah sendiri, kami tetap datang ke kantor polisi dengan santun untuk menyerahkan surat pemberitahuan aksi. Kami mengetuk pintu secara resmi, jadi jangan balas kehadiran kami dengan represifitas,” tutupnya.
Autentik.id, News - Memaknai momentum Paskah 2026 ditandai dengan semangat berbagi, Christian Community di Tambang…
Autentik.id,(Kriminal) - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pohuwato resmi menahan empat tersangka dalam kasus dugaan…
Autentik.id – Kesabaran warga Desa Tahele, Kecamatan Popayato Timur, akhirnya memuncak. Mereka mendatangi Komisi III…
Autentik.id - Pemerintah Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, mengambil langkah tegas dengan memutus kontrak kerja sama…
Autentik.id, News - Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Pohuwato resmi…
Autentik.id, News - Menyikapi insiden lalu lintas yang melibatkan salah satu karyawan Panua Bumi Lestari…
This website uses cookies.