News

PETI Dengilo Kumabal, Petani Kesal Lahan Pertanian Tercemar

Autentik.id, News – Pertambangan Emas Tanpa Izin ( PETI ) di Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo nampaknya sulit tersentuh hukum. Hasil besar dari bisnis ilegal ini tentu menggiurkan bagi para pelaku usaha yang ingin cuan besar.

Namun sisi lain dari bisnis dengan omset mencapai milliaran itu meninggalkan duka bagi para petani. Bagaimana tidak, dengan terus beroperasinya tambang emas ilegal berdampak pada lahan sawah masyarakat.

Sedimentasi akibat rusaknya hulu sungai ditambah bahaya zat kimia yang digunakan untuk keperluan pertambangan tentu akan sangat mengancam keberlangsungan lahan dan kesehatan para petani itu sendiri. Kendatipun dilarang, di Pohuwato sendiri, terlebih di Kecamatan Dengilo, aktivitas Peti justru tumbuh subur.

 

Baca juga  :  Ruang Erupsi Lagi, Imbasnya Sampai Gorontalo…

 

Eman Lopu’o salah satu petani mengaku, saat ini areal sawah yang luasnya sebesar 250 hektar yang ada di Kecamatan Paguat tercemar lumpur dampak dari aktifitas pertambangan emas tanpa izin di Kecamatan Dengilo.

Kata dia, para petani pun terpaksa menggunakan air bercampur lumpur untuk keperluan lahan pertanian warga. Akibatnya, setiap musim, para petani mengeluh lantaran hasil tak maksimal.

“Lihat ini, ketinggian drainase ini sebelum ada aktivitas PETI sampai dada. Sekarang sudah tertimbun lumpur sampai di paha orang dewasa. Berarti ini drainase sudah lumpur semua. Otomatis dia (lumpur) masuk sampe di lahan,” ujar Eman sembari memperlihatkan kondisi drainase yang dipenuhi lumpur.

Petani lainya juga menyebutkan, sebagai petani dirinya hanya bisa kesal sembari menunggu adanya tindakan nyata para pemangku kebijakan untuk menindak tegas para oknum pelaku pertambangan ilegal di Dengilo.

“Baru mo bagimana lagi pak, torang ini tidak bisa ba apa-apa,” timpalnya.

 

 

Penulis : Riyan Lagili

 

 

Redaksi Autentik

Recent Posts

Petani Keluhkan Pupuk, Kamri Alwi : Stok Aman, Distribusi yang Bermasalah

Autentik.id, News – Keluhan para petani di Kecamatan Taluditi terkait tersendatnya distribusi pupuk akhirnya mendapat…

2 hari ago

Petani Terancam Gagal Tanam, Pemprov Diminta ‘Jangan Tidur’

Autentik.id, Pohuwato – Kegelisahan mulai menyelimuti para petani di Kecamatan Taluditi, Kabupaten Pohuwato. Hingga memasuki…

2 hari ago

Curhat Soal Jalan, Ojek Tambang Titip Harapan ke Beni Nento

Autentik.id, Parlemen — Suasana hangat dan penuh keakraban terlihat saat Ketua DPRD Pohuwato, H. Beni…

3 hari ago

Agenda Reses, DPRD Pohuwato Tinjau PETI Teratai-Bulangita

MAutentik.id, Legislatif — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pohuwato melakukan peninjauan langsung ke lokasi…

5 hari ago

Enam Warga Popayato Dipenjara, Japesda Sebut Ada Upaya Intimidasi dan Pembungkaman

Autentik.id, News — Perjuangan menuntut hak plasma berujung pahit bagi enam warga Popayato. Setelah aksi…

1 minggu ago

Jenni Tulung Prihatin Warga Diduga Minum Racun Akibat Polemik Plasma IGL

Autentik.id, Parlemen — Anggota DPRD Pohuwato, Jenni Ema Tulung, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa yang…

2 minggu ago

This website uses cookies.