Peristiwa

Mata Elang Kembali Berulah, Wawan Hatama Ngamuk di Kantor FIF Marisa

Autentik.id, Peristiwa – Insiden penarikan sepeda motor diduga dilakukan secara paksa oleh oknum Debt Collector, kembali terjadi. Kali ini insiden tak mengenakkan itu dialami Kadir Laiya, warga Desa Bunto, Kecamatan Popayato, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, Senin (1/7/2024).

Tak terima atas insiden yang dialami warganya, Ketua Fraksi Gerindra, DPRD Kabupaten Pohuwato, Wawan Hatam pun mendatangi kantor PT Federal International Finance (FIF) Cabang Marisa, guna mempertanyakan ihwal penarikan secara paksa yang dilakukan tim “mata Elang” yang ditugasi FIF. 

Sayang, jawaban pihak FIF Cabang Marisa yang terkesan tak mau bertanggungjawab atas unit sepeda motor warga tersebut akhirnya menyulut kemarahan Wawan.

Sebagai kreditur, FIF menurutnya harus bertanggungjawab atas keberadaan unit yang telah dilakukan penarikan. Terlebih, warganya itu sudah melunasi sisa tunggakan terakhir.

“Kasihan masyarakat kalau di beginikan. Alasannya warga ini menunggak, Naah sekarang motor sudah lunas, sementara unitnya tidak ada. Mereka (FIF) juga tidak tanggungjawab,” ucapnya dengan kesal.

Dirinya bersama masyarakat pun meminta agar FIF bertanggungjawab atas penarikan paksa yang diduga dilakukan debt collector yang ditugaskan oleh FIF.

“Makanya kami minta pertanggungjawaban ke dorang karena ini kreditnya disini. Nah sekarang dorang lepas tangan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kadir Laiya, menjelaskan, insiden penarikan tersebut bermula saat dirinya hendak pulang ke Popayato setelah berkunjung ke keluarga di Kecamatan Tilamuta , Kabupaten Boalemo. Di tengah jalan, tepatnya di sekitaran jembatan H.M Soeharto Tilamuta, Kadir diberhentikan oleh beberapa oknum “Mata Elang” yang mengaku sebagai debt collector FIF.

Tak hanya diberhentikan, Kadir juga dipaksa memberikan sepeda motor miliknya dengan alasan menunggak angsuran terakhir. Dengan nada keras, para oknum mata Elang juga meminta kadir menandatangani surat yang dirinya sendiri tak mengetahui isi surat tersebut.

“Dorang ada dola di tengah jalan. Dorang minta tanda tangan. Saya tanya untuk apa, langsung dorang ba suara akan keras. Dorang bentak, jadi saya langsung tanda tangan,” ungkap Kadir.

Dirinya pun bingung, lantaran FIF Cabang Marisa justru mengaku tak mengetahui ihwal penarikan sepeda motor miliknya itu. Jika tak ada hasil, dirinya pun berencana untuk mempolisikan insiden penarikan yang dilakukan debt collector yang mengatasnamakan FIF.

“Sekarang ini torang ada urus di kantor (FIF), tapi dorang bilang tidak ada motor. Nanti mo lihat, akan melapor atau bagaimana,” pungkasnya.

Sementara itu, saat didatangi awak media, pihak FIF Cabang Marisa enggan memberikan tanggapan.

 

 

Penulis : Riyan Lagili

 

Redaksi Autentik

Recent Posts

PETI Bulangita Makin Masif, Belasan Ekskavator Diduga Beroperasi

  Autentik.id, News— Aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di wilayah Desa Bulangita, Kecamatan Marisa,…

6 hari ago

Kenalkan AI, KKN Tematik II UNG Buka Cara Baru UMKM Modelomo ‎

‎ ‎‎Autentik.id, News - Di era ketika teknologi semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari, kecerdasan buatan…

1 minggu ago

Maulid Nabi Muhammad SAW Berbagi, ASPERINDO Gorontalo Hadirkan Senyum Anak Yatim

Autentik.id, News - Senyum anak-anak yatim menjadi warna tersendiri dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW…

2 minggu ago

Genzi Beraksi, Ketika Anak Muda Pohuwato Berani Bermimpi dan Menginspirasi

Autentik.id, Pohuwato - Kegiatan Genzi Beraksi di Kabupaten Pohuwato berlangsung meriah, Sabtu (29/8/2026). Mengusung semangat…

2 minggu ago

Di Balik Jeruji, Masih Ada Harapan: YR TIM Kembali Berbagi di Pekan ke-17

Autentik.id, News - Komitmen untuk terus menebar kebaikan kembali ditunjukkan YR TIM melalui kegiatan sosial…

2 minggu ago

Ketua DPRD Hadiri Doa dan Perayaan Maulid Nabi di Masjid Agung Pohuwato

Autentik.id, Pohuwato— Ketua DPRD Kabupaten Pohuwato, H. Beni Nento menghadiri doa dan perayaan Maulid Nabi…

2 minggu ago

This website uses cookies.