Categories: Hukum & Kriminal

Gerebek PETI Buntulia, Polisi Temukan Operator di Bawah Umur

Autentik.id– Praktik Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Pohuwato kembali menelan korban sosial yang memprihatinkan. Dalam operasi penegakan hukum yang digelar pada Sabtu (14/2/2026), Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pohuwato tidak hanya menemukan aktivitas ilegal, tetapi juga mendapati fakta mengejutkan, pelibatan anak di bawah umur sebagai operator alat berat.

Operasi ini bermula dari keresahan masyarakat yang melaporkan adanya aktivitas pertambangan ilegal menggunakan alat berat jenis ekskavator di wilayah Kecamatan Buntulia. Menindaklanjuti informasi tersebut, tim Satreskrim Polres Pohuwato segera bergerak melakukan penyelidikan dan pengecekan langsung ke lokasi.

Setibanya di Tempat Kejadian Perkara (TKP), petugas mendapati aktivitas penambangan sedang berlangsung. Namun, yang menjadi sorotan adalah ditemukannya dua anak laki-laki yang masing-masing masih berusia 16 tahun sedang mengoperasikan alat berat di medan yang berbahaya.

Kapolres Pohuwato, AKBP Busroni, S.I.K., M.H., melalui Kasat Reskrim AKP Khoirunnas, menegaskan bahwa posisi kedua remaja tersebut dalam kasus ini adalah sebagai korban. Pihak kepolisian menilai pelibatan mereka dalam pekerjaan berisiko tinggi adalah bentuk eksploitasi anak yang melanggar hak-hak mereka.
Terkait status hukum kedua remaja tersebut, AKP Khoirunnas menjelaskan langkah persuasif yang diambil kepolisian:

“Kedua anak tersebut tidak dilakukan penahanan, namun dikenakan wajib lapor setiap hari Senin dan Kamis setiap minggu serta dipulangkan kepada orang tua masing-masing untuk dilakukan pembinaan dan pendampingan bersama instansi terkait,” terangnya.

Kasat Reskrim mengecam keras praktik mempekerjakan anak di bawah umur di lingkungan kerja yang ekstrem seperti pertambangan. Ia menekankan bahwa tindakan ini merupakan pelanggaran hukum serius yang tidak bisa ditoleransi.

“Anak-anak adalah korban. Mereka tidak boleh dilibatkan dalam pekerjaan berbahaya seperti mengoperasikan alat berat di lokasi pertambangan ilegal. Kami akan menindak tegas pihak-pihak yang mengeksploitasi anak dalam aktivitas PETI,” tegas AKP Khoirunnas.

Pasca penggerebekan, Polres Pohuwato kini mengalihkan fokus penyidikan untuk membidik aktor intelektual di balik aktivitas tersebut. Polisi tengah memburu pihak yang paling bertanggung jawab, termasuk pemilik lokasi tambang dan pemilik alat berat yang mempekerjakan anak-anak tersebut.

Sebagai barang bukti, satu unit alat berat jenis ekskavator merek Kobelco telah disita dan diamankan di Mako Polres Pohuwato guna kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Wahyudin Lahai

Recent Posts

Bangun Budaya Berbagi dengan Sesama, YR TIM : Sedekah Tak Perlu Menunggu Kaya

Autentik.id, News - Berbagi kebahagiaan tak butuh momentum besar. Turun ke jalan, menyapa dan berbagi…

2 hari ago

Tak Perlu Keluar Daerah, Pengurusan Paspor Kini Bisa Dilayani di Pohuwato

Autentik.id, Parlemen – Masyarakat Kabupaten Pohuwato kini tak perlu lagi menempuh perjalanan ke luar daerah…

6 hari ago

Tak Ingin Kasus Serupa Terulang, Rizal Pasuma Desak BRI Bangun Unit di Taluditi

Autentik.id, Parlemen – Anggota DPRD Kabupaten Pohuwato, Rizal Pasuma, mendorong Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk…

2 minggu ago

Fraud BRI Randangan Rugikan 24 Nasabah, DPRD Minta Unit Ditutup Sementara

Autentik.id, Parlemen – Kasus dugaan fraud yang dilakukan oleh seorang oknum mantri di BRI Unit…

2 minggu ago

Soal Jasa Sewa Mobil PENAS XVII, Muljady : Urusan Vendor Bukan Ranah Dinas

Autentik.id, Gorontalo - Pekan Nasional Petani Nelayan (PENAS) XVII Gorontalo yang megah rupanya menyisakan drama…

2 minggu ago

Cerita Pilu Driver dan Pemilik Kendaraan di Balik Suksesi PENAS XVII Gorontalo

Autentik.id, Gorontalo - Meriah Pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Tani dan Nelayan XVII di Gorontalo, rupanya meninggalkan…

2 minggu ago

This website uses cookies.