News

Kredit Lunas Sejak 2025, Nasabah BRI Randangan Dikejutkan Tunggakan Baru Rp19 Juta

Autentik.id, News —Seorang nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Kabupaten Pohuwato mengaku terkejut setelah mendapati adanya tagihan senilai Rp19 juta, padahal pinjaman yang dijamin dengan sertifikat tanah miliknya telah dinyatakan lunas sejak awal tahun 2025.

Nasabah tersebut, Nirmala Mohi menuturkan bahwa suaminya, Ahmad Suud, sebelumnya memiliki pinjaman sebesar Rp75 juta di BRI Unit Randangan. Menurutnya, seluruh kewajiban kredit tersebut telah dilunasi pada awal tahun 2025, bahkan sertifikat tanah yang dijadikan agunan telah dikembalikan oleh pihak bank.

Namun kejanggalan mulai terungkap ketika mereka berencana mengajukan pinjaman kembali pada Agustus 2025. Saat proses pengajuan berlangsung, pihak BRI justru menyampaikan bahwa atas nama Ahmad Suud masih tercatat tunggakan sebesar Rp19 juta.

“Saya sangat kaget. Bagaimana mungkin masih ada tunggakan, sementara pinjaman itu sudah lama kami lunasi dan sertifikat tanah yang dijaminkan juga sudah diserahkan kembali oleh pihak BRI kepada kami. Kok tiba-tiba muncul tunggakan Rp19 juta?” ungkap Nirmala Mohi Sabtu (6/6/2026).

Nirmala menilai adanya kejanggalan dalam data pinjaman miliknya. Ia bahkan menduga telah terjadi manipulasi terhadap data nasabah, mengingat seluruh kewajiban kredit sebelumnya telah diselesaikan.

“Kalau kami tidak mengajukan pinjaman lagi, mungkin sampai sekarang kami tidak akan tahu ada masalah ini. Pinjaman kami sudah lunas, sertifikat juga sudah kami terima kembali. Lalu dari mana muncul tunggakan Rp19 juta itu? Ini jelas sesuatu yang tidak masuk akal dan patut dipertanyakan,” tegasnya.

Ia menambahkan, kecurigaannya terhadap proses pelayanan di BRI Unit Randangan sebenarnya sudah muncul sejak tahun 2025. Saat itu, ketika hendak mengajukan pinjaman kembali, salah seorang karyawan bank disebut kerap memberikan alasan yang menurutnya tidak logis untuk menunda atau tidak memproses pengajuan tersebut.

Padahal, kata Nirmala, pinjaman Rp75 juta itu merupakan kredit ketiga yang mereka ambil di BRI dan selama ini seluruh angsuran selalu dibayarkan tepat waktu.

“Selama menjadi nasabah, kami tidak pernah menunggak. Semua cicilan kami bayar tepat waktu, sehingga seharusnya tidak ada masalah dalam riwayat kredit kami. Tapi justru ada karyawan yang tidak mau memproses pengajuan pinjaman kami. Sekarang kami baru mengetahui ada tunggakan yang muncul atas nama kami. Pertanyaannya, data itu berasal dari mana dan uangnya ke mana?” ujarnya.

Wahyudin Lahai

Recent Posts

Resmi Terima SK DPP, Febriyanto Mardain Nahkodai PPP Pohuwato Periode 2026–2031

Autentik.id, Politik – Tongkat estafet kepemimpinan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Pohuwato resmi berada di…

2 hari ago

Gencarkan Literasi Demokrasi, KPU Pohuwato Luncurkan JDIH Institute dan Pojok Baca

Autentik.id,Pemilu—Komitmen memperkuat literasi demokrasi dan meningkatkan akses publik terhadap informasi kepemiluan terus digencarkan Komisi Pemilihan…

2 hari ago

Petani Keluhkan Pupuk, Kamri Alwi : Stok Aman, Distribusi yang Bermasalah

Autentik.id, News – Keluhan para petani di Kecamatan Taluditi terkait tersendatnya distribusi pupuk akhirnya mendapat…

5 hari ago

Petani Terancam Gagal Tanam, Pemprov Diminta ‘Jangan Tidur’

Autentik.id, Pohuwato – Kegelisahan mulai menyelimuti para petani di Kecamatan Taluditi, Kabupaten Pohuwato. Hingga memasuki…

5 hari ago

Curhat Soal Jalan, Ojek Tambang Titip Harapan ke Beni Nento

Autentik.id, Parlemen — Suasana hangat dan penuh keakraban terlihat saat Ketua DPRD Pohuwato, H. Beni…

6 hari ago

Agenda Reses, DPRD Pohuwato Tinjau PETI Teratai-Bulangita

MAutentik.id, Legislatif — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pohuwato melakukan peninjauan langsung ke lokasi…

1 minggu ago

This website uses cookies.