News

Petani Keluhkan Pupuk, Kamri Alwi : Stok Aman, Distribusi yang Bermasalah

Autentik.id, News – Keluhan para petani di Kecamatan Taluditi terkait tersendatnya distribusi pupuk akhirnya mendapat perhatian serius dari Dinas Pertanian Kabupaten Pohuwato. Hingga memasuki awal Juni 2026, pupuk yang dinantikan petani sejak bulan Ramadan belum juga tersalurkan secara maksimal, sehingga memunculkan kekhawatiran akan terganggunya musim tanam yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat.

Menanggapi persoalan tersebut, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pohuwato, Kamri Alwi, memastikan bahwa masalah yang terjadi bukan disebabkan oleh kelangkaan pupuk, melainkan kendala pada proses distribusi.

Menurut Kamri, berbagai upaya telah dilakukan untuk menyampaikan persoalan tersebut kepada pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi. Bahkan, dalam rapat yang digelar pada Senin lalu, dirinya telah menyampaikan langsung keluhan para petani kepada Wakil Gubernur Gorontalo.

“Sebelumnya, pada minggu lalu saya juga mengikuti rapat melalui Zoom bersama Kementerian Pertanian yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian. Dalam pertemuan itu saya sudah menyampaikan bahwa kendala utama yang terjadi adalah distribusi pupuk,” ujar Kamri kepada awak media pada Selasa, 2 Juni 2026.

Ia menjelaskan, stok pupuk sebenarnya masih tersedia dan mencukupi kebutuhan petani. Namun, distribusi pupuk dari gudang menuju daerah mengalami hambatan karena kendaraan pengangkut harus mengantre cukup lama.

“Ini bukan karena pupuk langka. Stok pupuk ada dan cukup. Yang menjadi masalah adalah distribusinya. Mobil-mobil pengangkut pupuk harus mengantre sehingga proses pengiriman menjadi lambat. Ada kendaraan yang seharusnya mengantar hari ini, tetapi karena antrean panjang, pengirimannya tertunda bahkan sampai satu minggu,” jelasnya.

Akibat kondisi tersebut, pasokan pupuk yang masuk ke wilayah Pohuwato hanya datang secara bertahap dan dalam jumlah terbatas, sementara kebutuhan petani terus meningkat.

Kamri mengungkapkan, saat ini pupuk sudah tersedia di gudang distributor atau lini III yang berada di Kabupaten Pohuwato. Berdasarkan data yang ia terima, belum lama ini terdapat sekitar 44 ton pupuk yang masuk ke daerah tersebut.

“Stok di gudang distributor ada. Tinggal pengecer yang mengajukan kembali sesuai kebutuhan. Hanya saja, penyalurannya memang dibatasi berdasarkan kuota masing-masing kecamatan,” katanya.

Ia menambahkan, tingginya kebutuhan pupuk di Kecamatan Taluditi dan Randangan menjadi salah satu faktor yang menyebabkan distribusi terasa lebih lambat dibanding wilayah lainnya. Hal itu karena jumlah petani di kedua kecamatan tersebut cukup besar dan kesadaran petani untuk menggunakan pupuk juga sangat tinggi.

“Kondisi ini paling terasa di Taluditi dan Randangan karena jumlah petaninya banyak serta tingkat penggunaan pupuknya juga tinggi,” ujar Kamri.

Sebagai langkah solusi, Dinas Pertanian Pohuwato telah berkoordinasi dengan para penyuluh pertanian untuk menambah jumlah pengecer pupuk di wilayah yang memiliki kebutuhan tinggi.

Selain itu, Kementerian Pertanian juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) guna memberikan skala prioritas bagi kendaraan pengangkut pupuk agar tidak terlalu lama mengantre.

“Kami berharap setelah laporan ini diterima, kendaraan pengangkut pupuk bisa mendapatkan prioritas sehingga distribusi ke pengecer berjalan lebih lancar dan kebutuhan petani dapat segera terpenuhi,” katanya.

Kamri kembali menegaskan bahwa stok pupuk untuk Kabupaten Pohuwato masih mencukupi. Bahkan, kuota pupuk yang dialokasikan untuk daerah tersebut hingga saat ini belum terserap sepenuhnya dan masih berada di bawah 50 persen.

“Saya sudah melakukan pengecekan langsung ke Pupuk Indonesia. Stok pupuk aman dan cukup. Memang sebelumnya sempat ada sedikit kendala pengiriman kapal, tetapi sekarang sudah normal. Yang masih menjadi persoalan adalah distribusi di wilayah Gorontalo,” jelasnya.

Khusus untuk Kecamatan Taluditi, Kamri menilai penambahan jumlah pengecer pupuk menjadi kebutuhan yang mendesak mengingat tingginya jumlah petani di wilayah tersebut.

Ia pun membuka peluang seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin menjadi pengecer pupuk resmi. Menurutnya, petani, pelaku usaha, koperasi, maupun Koperasi Merah Putih dapat mengajukan permohonan selama memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

“Masyarakat bisa mengajukan kapan saja. Namun tentu ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, seperti ketersediaan gudang, rekomendasi usaha, serta kelengkapan administrasi lainnya. Setelah diajukan, berkas akan kami teruskan ke PT Pupuk Indonesia untuk dilakukan penilaian,” pungkas Kamri. (Yu)

Wahyudin Lahai

Recent Posts

Petani Terancam Gagal Tanam, Pemprov Diminta ‘Jangan Tidur’

Autentik.id, Pohuwato – Kegelisahan mulai menyelimuti para petani di Kecamatan Taluditi, Kabupaten Pohuwato. Hingga memasuki…

2 hari ago

Curhat Soal Jalan, Ojek Tambang Titip Harapan ke Beni Nento

Autentik.id, Parlemen — Suasana hangat dan penuh keakraban terlihat saat Ketua DPRD Pohuwato, H. Beni…

3 hari ago

Agenda Reses, DPRD Pohuwato Tinjau PETI Teratai-Bulangita

MAutentik.id, Legislatif — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pohuwato melakukan peninjauan langsung ke lokasi…

4 hari ago

Enam Warga Popayato Dipenjara, Japesda Sebut Ada Upaya Intimidasi dan Pembungkaman

Autentik.id, News — Perjuangan menuntut hak plasma berujung pahit bagi enam warga Popayato. Setelah aksi…

1 minggu ago

Jenni Tulung Prihatin Warga Diduga Minum Racun Akibat Polemik Plasma IGL

Autentik.id, Parlemen — Anggota DPRD Pohuwato, Jenni Ema Tulung, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa yang…

2 minggu ago

Dilaporkan PT IGL, Warga Popayato Diduga Nekat Minum Racun Tikus

Autentik.id, Peristiwa— Konflik tuntutan hak plasma antara warga Popayato dan PT Inti Global Laksana (IGL)…

2 minggu ago

This website uses cookies.