Autentik.id, Pohuwato – Kegelisahan mulai menyelimuti para petani di Kecamatan Taluditi, Kabupaten Pohuwato. Hingga memasuki awal Juni 2026, pupuk yang dinantikan sejak bulan Ramadan belum juga tersalurkan. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan terganggunya musim tanam yang menjadi tumpuan hidup masyarakat setempat.
Melihat situasi tersebut, Camat Taluditi, Irfan Lalu, mendesak Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk segera memberikan perhatian serius terhadap persoalan distribusi pupuk yang tak kunjung tuntas.
Menurut Irfan, keterlambatan penyaluran pupuk bukan lagi sekadar persoalan administratif, melainkan ancaman nyata bagi keberlangsungan sektor pertanian di wilayahnya. Ia menyebut, sedikitnya seribu petani kini berada dalam ketidakpastian dan terancam kehilangan kesempatan menanam apabila pupuk tidak segera tersedia.
“Sudah sejak bulan Ramadan petani menunggu penyaluran pupuk, tetapi sampai sekarang belum ada. Jika kondisi ini terus berlanjut, sekitar seribu petani terancam tidak bisa menanam,” ungkap Irfan.
Ia mengaku prihatin dengan kondisi yang dihadapi para petani. Padahal, sektor pertanian merupakan salah satu penopang utama perekonomian masyarakat Taluditi yang selama ini menjadi sumber penghidupan bagi banyak keluarga.
Lebih lanjut, Irfan menyoroti alasan yang selama ini kerap disampaikan terkait keterlambatan distribusi pupuk, yakni kendaraan pengangkut yang tidak memperoleh pasokan bahan bakar minyak (BBM). Menurutnya, alasan tersebut tidak bisa terus dijadikan pembenaran ketika nasib petani sedang dipertaruhkan.
“Mobil pengangkut tidak dapat BBM, ini kan alasan klasik. Yang dibutuhkan petani sekarang bukan alasan, tetapi solusi agar pupuk segera tersedia dan bisa didistribusikan,” tegasnya.
Irfan berharap Pemerintah Provinsi Gorontalo bersama instansi terkait segera mengambil langkah konkret dan cepat untuk memastikan kebutuhan pupuk petani terpenuhi. Ia menegaskan, keterlambatan distribusi pupuk tidak hanya berdampak pada produktivitas pertanian, tetapi juga berpotensi mengguncang perekonomian masyarakat yang sangat bergantung pada hasil pertanian.
“Kami berharap ada perhatian serius dan langkah cepat dari pemerintah. Jangan sampai petani kehilangan musim tanam hanya karena persoalan distribusi pupuk yang tak kunjung terselesaikan,” pungkasnya.
Autentik.id, News— Aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di wilayah Desa Bulangita, Kecamatan Marisa,…
Autentik.id, News - Di era ketika teknologi semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari, kecerdasan buatan…
Autentik.id, News - Senyum anak-anak yatim menjadi warna tersendiri dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW…
Autentik.id, Pohuwato - Kegiatan Genzi Beraksi di Kabupaten Pohuwato berlangsung meriah, Sabtu (29/8/2026). Mengusung semangat…
Autentik.id, News - Komitmen untuk terus menebar kebaikan kembali ditunjukkan YR TIM melalui kegiatan sosial…
Autentik.id, Pohuwato— Ketua DPRD Kabupaten Pohuwato, H. Beni Nento menghadiri doa dan perayaan Maulid Nabi…
This website uses cookies.