Tekno

Hattrick! Nasir Giasi Kembali Dipercaya Pimpin ASKAB PSSI Pohuwato

Autentik.id, Pohuwato – Asosiasi Kabupaten (ASKAB) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Pohuwato resmi memulai babak baru. Kepengurusan periode 2025–2029 resmi dilantik dalam sebuah prosesi yang berlangsung khidmat di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Pohuwato, Senin (29/6/2026), dengan membawa harapan besar untuk membangkitkan kembali gairah sepak bola di Bumi Panua.

Pelantikan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Pohuwato Iskandar Datau, Kabag Ops Polres Pohuwato AKP Syang Kalibato, Ketua Asprov PSSI Gorontalo Lahmudin Hambali, serta jajaran pengurus ASKAB PSSI Pohuwato yang baru dikukuhkan.

Di balik pelantikan itu, terdapat kepercayaan yang kembali diberikan kepada Nasir Giasi untuk memimpin ASKAB PSSI Pohuwato selama satu periode lagi. Ini menjadi kali ketiga dirinya dipercaya menakhodai organisasi sepak bola tertinggi di tingkat kabupaten tersebut.

Usai dilantik, Nasir mengungkapkan rasa syukur sekaligus terima kasih atas amanah yang kembali diberikan oleh Asprov PSSI Gorontalo. Menurutnya, perkembangan sepak bola Pohuwato dari tahun ke tahun menunjukkan tren yang positif sehingga membutuhkan organisasi yang semakin kuat dalam mengatur, membina, dan mengembangkan ekosistem sepak bola daerah.

“Alhamdulillah diperpanjang lagi oleh Asprov. Saya kira bicara sepak bola Pohuwato dari tahun ke tahun makin berkembang, sehingga perlu ada organisasi khususnya PSSI Pohuwato yang mengatur segala lalu lintas persepakbolaan di Pohuwato,” ujar Nasir.

Memasuki periode kepengurusan yang baru, ASKAB PSSI Pohuwato menetapkan pembinaan usia dini sebagai prioritas utama. Nasir menilai, masa depan sepak bola Pohuwato sangat bergantung pada pembinaan pemain sejak usia muda melalui Sekolah Sepak Bola (SSB).

Saat ini, kata dia, terdapat sekitar 20 hingga 30 SSB yang telah terbentuk di berbagai wilayah Pohuwato. Seluruhnya akan ditata dan didorong agar memiliki sistem pembinaan yang lebih baik serta berkesinambungan.

“Ke depan ini kami lebih fokus pada penataan SSB. Di Pohuwato itu sudah ada kurang lebih 20 sampai dengan 30 SSB yang sudah terbentuk. Ini akan kita dorong terus karena pembinaan kelompok umur sangat penting untuk kaderisasi para pemain sepak bola itu sendiri,” jelasnya.

Tak hanya pembinaan pemain, ASKAB PSSI Pohuwato juga akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor kepelatihan maupun perangkat pertandingan. Program tersebut akan menjadi salah satu agenda utama dalam Rapat Kerja (Raker) kepengurusan yang akan datang.

Jika pada periode sebelumnya ASKAB berhasil melaksanakan pelatihan Lisensi C bagi para pelatih, maka kali ini cakupan pembinaan akan diperluas. Wasit, pengawas pertandingan, hingga pelatih klub di tingkat desa maupun turnamen antarkampung akan mendapatkan pelatihan dan sertifikasi.

“Di raker nanti akan ada peningkatan kapasitas para wasit. Kami juga akan mengadakan pelatihan untuk para pengawas pertandingan. Ke depan, semua klub baik di tingkat tarkam maupun desa diwajibkan menggunakan pelatih yang sudah dilatih dan mengantongi lisensi dari Askab,” tegas Nasir.

Menurutnya, kemajuan sepak bola tidak hanya ditentukan oleh kualitas pemain di lapangan. Kompetensi pelatih, wasit, hingga pengawas pertandingan juga menjadi faktor penting dalam menciptakan kompetisi yang sehat dan berkualitas.

Selain pembinaan, Nasir juga menyoroti minimnya kompetisi resmi yang selama ini digelar di Pohuwato. Ia mengakui, kalender sepak bola daerah masih sangat bergantung pada turnamen tahunan seperti Bupati Cup sehingga ruang kompetisi bagi para pemain masih sangat terbatas.

Karena itu, ASKAB PSSI Pohuwato tengah menyusun format kompetisi yang lebih berkelanjutan. Salah satu gagasan yang sedang dimatangkan adalah menghadirkan **Pohuwato Liga**, disertai kompetisi kelompok umur mulai dari U-15, U-17, U-19 hingga U-21.

“Kita ini sangat miskin turnamen tingkat kabupaten. Makanya ini sementara kami rumuskan. Ke depan mungkin ada Pohuwato Liga, kemudian turnamen kelas kelompok umur seperti U-15, U-17, U-19 hingga U-21,” ungkapnya.

Melalui berbagai program tersebut, Nasir berharap ASKAB PSSI Pohuwato mampu menjadi motor penggerak kebangkitan sepak bola daerah. Ia optimistis, semakin banyak kompetisi yang digelar, semakin besar pula kesempatan para pemain muda mengasah kemampuan, mental bertanding, dan prestasi.

“Kita ingin semangat turnamen di tingkat kabupaten itu lebih hidup, termasuk menambah kuantitas turnamen di tingkat tarkam. Karena prinsipnya, makin banyak turnamen diadakan, maka akan makin bagus untuk mengasah mental dan kualitas pemain kita,” pungkasnya.

Wahyudin Lahai

Recent Posts

Masuk PSSI karena Cinta Sepak Bola, Zulfiana Mbuinga Siapkan Turnamen KOMANDO Cup

Autentik.id, Pohuwato – Pelantikan Pengurus Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten…

4 jam ago

Ketua DPRD Pohuwato Hadiri Doa Bersama HUT Bhayangkara ke-80 Polres Pohuwato

Autentik.id, Parlemen– Ketua DPRD Kabupaten Pohuwato, H. Beni Nento, menghadiri doa bersama dalam rangka memperingati…

2 hari ago

Beni Nento Apresiasi HUT ke-18 Desa Taluduyunu Utara, Dorong Desa Terus Maju dan Berkembang

Autentik.id, Parlemen – Ketua DPRD Kabupaten Pohuwato, H. Beni Nento, menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun…

2 hari ago

Bukan Sekadar Janji, Sertifikasi Lahan Warga Terdampak BJA Group Ngebut Realisasi

Autentik.id, News - Keresahan warga soal kejelasan lahan yang tergilas pembangunan jalan perusahaan milik BJA…

6 hari ago

Disorot DPRD, BJA Group : Kami Taat Pajak, Penyumbang terbesar PNBP

‎Autentik.id, News - Usai disoroti oleh Parlemen Pohuwato soal kontribusi perusahaan untuk perekonomian masyarakat dan…

2 minggu ago

Tongkat Estafet Berpindah, Abdullah Diko Nahkoda Baru PKB Pohuwato

Autentik.id, Pohuwato – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Pohuwato memasuki babak baru kepemimpinan. Abdullah K.…

2 minggu ago

This website uses cookies.