Autentik.id, Gorontalo – Meriah Pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Tani dan Nelayan XVII di Gorontalo, rupanya meninggalkan cerita pahit bagi para driver dan pemilik kendaraan operasional PENAS yang dihadiri langsung Presiden Prabowo Subianto itu.
Yaa, dibalik suksesi kegiatan berskala nasional yang secara resmi juga dibuka oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka itu, Sejumlah driver dan pemilik kendaraan yang digunakan saat kegiatan justru harus menelan pil pahit. Mereka mengaku hingga kini belum menerima pembayaran atas jasa transportasi yang telah mereka berikan selama pelaksanaan kegiatan.
Padahal, menurut mereka, sejak awal telah disampaikan bahwa pembayaran akan dilakukan setelah seluruh rangkaian kegiatan PENAS selesai.
”Selama kegiatan kami menjalankan tugas sesuai arahan panitia untuk melayani mobilitas tamu dan panitia. Kami percaya pembayaran akan dilakukan setelah acara berakhir. Namun hingga kini, sudah sepekan lebih sejak kegiatan selesai, hak kami belum juga dibayarkan,” ungkap salah seorang perwakilan sopir.
Kondisi tersebut menimbulkan keresahan di kalangan para penyedia jasa transportasi. Sebagian di antaranya mengaku harus menanggung biaya operasional kendaraan, bahan bakar, hingga kebutuhan sehari-hari yang bergantung pada pembayaran tersebut.
Para sopir dan pemilik kendaraan berharap pihak panitia penyelenggara segera memberikan kepastian dan menyelesaikan kewajiban pembayaran yang masih tertunda.
Mereka juga meminta adanya komunikasi yang jelas agar tidak menimbulkan ketidakpastian di kalangan penyedia jasa yang telah mendukung kelancaran pelaksanaan PENAS XVII Gorontalo.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak panitia terkait alasan keterlambatan pembayaran maupun jadwal penyelesaiannya. (ryn)




























