Autentik.id,Daerah — Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Pohuwato menggelar Pelatihan Manajemen Kasus dan Trauma Healing sebagai upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pendamping korban kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 10 hingga 12 Mei 2026 di Ballroom 6 Hotel Amaris tersebut diikuti sebanyak 31 peserta yang terdiri dari pengelola UPTD PPA, Tim SAPA, konselor, pekerja sosial serta mitra terkait lainnya
Pelaksanaan pelatihan ini menjadi langkah penting Pemerintah Kabupaten Pohuwato dalam menjawab tingginya kebutuhan penanganan pasca-trauma yang komprehensif bagi korban kekerasan. Berdasarkan data DP3AP2KB Kabupaten Pohuwato, sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 76 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Sementara pada tahun 2026 hingga bulan Mei, telah tercatat sekitar 14 kasus.
Kepala Dinas DP3AP2KB Kabupaten Pohuwato, Nizma Sanad menjelaskan bahwa pelatihan tersebut bertujuan untuk memastikan layanan pendampingan kepada korban dapat dilakukan secara cepat, tepat, profesional dan berperspektif korban.
Menurutnya, penguatan kapasitas SDM sangat penting agar para pendamping mampu menangani kasus kekerasan secara komprehensif dan terintegrasi, mulai dari proses penanganan awal hingga pemulihan korban.
“Melalui kegiatan ini, para peserta dibekali kemampuan manajemen kasus, teknik trauma healing, hingga pertolongan psikologis pertama atau *Psychological First Aid* untuk membantu proses pemulihan korban,” jelas Nizma.
Tidak hanya itu, pelatihan tersebut juga memberikan pembekalan terkait manajemen stres bagi petugas pendamping. Hal ini dilakukan agar para pendamping tetap mampu bekerja secara profesional dan terhindar dari *vicarious trauma* atau trauma sekunder yang kerap dialami petugas ketika menangani korban kekerasan secara intensif.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber yang kompeten di bidangnya, di antaranya Kepala Dinas P3A dan PMD Provinsi Gorontalo, dr. Yana Yanti Suleman, Kepala Kemenkum, Raymond Johanis Hendraputra Takasenseran, Psikolog Temmy Andreas Habibie, serta ahli manajemen kasus Vonny Abdul dan Harun Daluhu.
Melalui pelatihan ini, Nizma berharap kualitas pelayanan terhadap korban kekerasan di Kabupaten Pohuwato semakin meningkat, sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor dalam memberikan perlindungan dan pemulihan bagi perempuan dan anak korban kekerasan.
“Perlindungan terhadap perempuan dan anak adalah tanggung jawab bersama, sehingga diperlukan kerja sama, kepedulian, dan komitmen semua pihak,” tutup Nizma (Yu)
Autentik.id,Parlemen – Klaim sepihak yang disampaikan perusahaan pertambangan PT PETS terkait adanya dukungan dari Abdul…
Autentik.id, News — Langkah cepat yang dilakukan YR Team dalam melakukan pengerukan sedimentasi di…
Autentik.id, Parlemen – Ketua DPRD Pohuwato, Beni Nento, menunjukkan keseriusannya dalam memperjuangkan kebutuhan para petani…
Autentik.id,Parlemen – Aspirasi yang disuarakan Aliansi Masyarakat Petani dan Rakyat (AMPERA) terkait krisis air irigasi…
Autentik.id, Parlemen — Dugaan perbuatan tak senonoh atau pelecehan yang diduga dilakukan oleh oknum Kepala…
Autentik.id,Parlemen — Ketua PERCASI Provinsi Gorontalo yang juga Ketua DPRD Pohuwato, Beni Nento, turun langsung…
This website uses cookies.