Autentik.id, Parlemen — Suasana hangat dan penuh keakraban terlihat saat Ketua DPRD Pohuwato, H. Beni Nento didampingi istri yang juga Kepala Desa Hulawa menyambangi pangkalan ojek tambang di Pohuwato. Minggu, 31 Mei 2026.
Kehadiran orang nomor satu di lembaga legislatif daerah itu menjadi momen spesial bagi para pengemudi ojek tambang yang selama ini menggantungkan mata pencaharian mereka pada akses jalan menuju kawasan tambang.
Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana silaturahmi. Para pengemudi ojek tambang secara langsung mengundang Ketua DPRD untuk berdiskusi mengenai berbagai persoalan yang mereka hadapi, terutama terkait kondisi akses jalan yang hingga kini masih menjadi keluhan utama.
“Saya dan bunda kebetulan menghadiri acara pernikahan di Desa Hulawa, kemudian selesai acara, para ojek ini meminta saya untuk bisa sama sama dengan mereka di pangkalan,” kata Beni.
Dalam kesempatan itu, para ojek tambang mempertanyakan kapan DPRD bersama pemerintah daerah akan kembali meninjau kondisi jalan yang digunakan sebagai jalur transportasi mereka. Menurut mereka, keberadaan akses jalan yang layak sangat penting untuk menunjang aktivitas ekonomi masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Pohuwato, Beni Nento, menyampaikan bahwa pihaknya telah menjadwalkan agenda peninjauan lapangan pada pertengahan Juni mendatang.
“Terkait persoalan jalan ini, insya Allah akan kami agendakan pada pertengahan bulan Juni. Kita akan turun bersama-sama untuk melihat langsung kondisi akses jalan yang dimaksud,” ujar Beni.
Ia menjelaskan, dalam peninjauan nanti DPRD akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Pohuwato serta mengundang instansi teknis terkait, termasuk Dinas Kehutanan, agar proses pengecekan dapat dilakukan secara menyeluruh.
Menurut Beni, salah satu hal yang perlu dipastikan adalah status kawasan yang akan dilalui akses jalan tersebut. Pemerintah dan DPRD tidak ingin pembangunan atau pembukaan kembali jalur jalan justru berbenturan dengan aturan yang mengatur kawasan konservasi.
“Sehingga perlu dilakukan pengecekan secara bersama-sama agar semuanya jelas,” katanya.
Ia juga mengakui bahwa kondisi cuaca saat ini semakin memperparah akses jalan yang ada. Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan jalur yang digunakan masyarakat menjadi semakin sulit dilalui.
“Sekarang sudah mulai sering hujan, sehingga kondisi jalan semakin berat untuk dilalui. Karena itu, kita akan turun langsung meninjau agar bisa melihat situasi yang sebenarnya,” tambahnya.
Beni Nento mengungkapkan bahwa persoalan akses jalan tersebut sebenarnya telah menjadi salah satu topik pembahasan dalam rapat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pihak perusahaan yang digelar beberapa waktu lalu.
“Dalam rapat kemrin, Kaitan dengan akses jalan para ojek tambang telah masuk dalam poin pembahasan dan menjadi perhatian bersama,” pungkasnya.


























