Legislatif

Wakil Ketua DPRD Pohuwato Soroti Pemutusan Kontrak Tenaga Kerja Lokal oleh Vendor PGM

Autentik.id – Pemutusan kontrak sejumlah tenaga kerja lokal oleh vendor yang berada di bawah koordinasi Perusahaan Pani Gold Mine (PGM) mendapat sorotan dan kecaman dari Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pohuwato, Hamdi Alamri. Kebijakan tersebut dinilai merugikan masyarakat lokal serta tidak sejalan dengan komitmen awal investasi perusahaan di daerah tersebut.

Hamdi Alamri menegaskan bahwa vendor yang bekerja sama dengan PGM seharusnya tetap berpegang pada komitmen awal yang pernah disampaikan kepada pemerintah daerah dan masyarakat Pohuwato, yakni memberikan kontribusi nyata dalam membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal serta membantu menekan angka pengangguran dan kemiskinan di daerah.

“Komitmen awal mereka adalah bagaimana keberadaan perusahaan di Pohuwato mampu memberikan solusi terhadap pengangguran dan menekan angka kemiskinan di daerah ini,” ujar Hamdi usai menerima aduan masyarakat terkait pemutusan kontrak kerja, Senin (05/01/2025).

Menurutnya, langkah pengurangan tenaga kerja lokal justru berpotensi memperburuk kondisi sosial ekonomi masyarakat. Hal ini semakin menjadi perhatian karena komposisi tenaga kerja lokal sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) yang menargetkan rasio 70:30 belum sepenuhnya terpenuhi, namun jumlah tenaga kerja lokal justru kembali dikurangi.

“Ini tentu menjadi persoalan serius, bukan hanya bagi masyarakat Pohuwato, tetapi juga bagi perusahaan itu sendiri. Karena itu saya menyampaikan peringatan keras agar hal seperti ini tidak kembali terjadi. Ini bentuk pengkhianatan terhadap komitmen awal perusahaan,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa perusahaan seharusnya memberikan ruang dan kebijakan khusus bagi tenaga kerja lokal agar mereka dapat lebih diberdayakan seiring dengan masuknya investasi di wilayah tersebut.

“Pernyataan ini penting saya sampaikan, karena masyarakat lokal telah kehilangan ruang hidupnya yang, mau tidak mau, diambil alih oleh perusahaan. Namun di saat yang sama, anak-anak daerah justru terpinggirkan,” tambahnya.

Hamdi Alamri berharap agar pihak perusahaan bersama seluruh vendor yang beroperasi di bawah PGM segera melakukan evaluasi terhadap kebijakan ketenagakerjaan yang diterapkan serta mengambil langkah konkret guna memastikan perlindungan hak dan keberlanjutan pekerjaan bagi tenaga kerja lokal di Kabupaten Pohuwato.

Wahyudin Lahai

Recent Posts

AHS Buka Suara, Pernyataan Perusahaan Disebut Tidak Benar

Autentik.id,Parlemen – Klaim sepihak yang disampaikan perusahaan pertambangan PT PETS terkait adanya dukungan dari Abdul…

17 jam ago

Normalisasi Bendungan Tuai Apresiasi, Petani Sebut YR Team Hadir Untuk Mereka

  Autentik.id, News — Langkah cepat yang dilakukan YR Team dalam melakukan pengerukan sedimentasi di…

23 jam ago

Usai Tinjau Bendungan, Pekan Depan Beni Nento Temui Balai Sungai

Autentik.id, Parlemen – Ketua DPRD Pohuwato, Beni Nento, menunjukkan keseriusannya dalam memperjuangkan kebutuhan para petani…

1 hari ago

Beni Nento Tinjau Langsung Bendungan Taluduyunu, Respon Cepat Aspirasi Petani

Autentik.id,Parlemen – Aspirasi yang disuarakan Aliansi Masyarakat Petani dan Rakyat (AMPERA) terkait krisis air irigasi…

1 hari ago

RDP Dugaan Pelecehan oleh Oknum Kades, PMD Tunggu Keputusan BPD dan Polisi

Autentik.id, Parlemen — Dugaan perbuatan tak senonoh atau pelecehan yang diduga dilakukan oleh oknum Kepala…

3 hari ago

Perangi Kekerasan, DP3AP2KB Pohuwato Tingkatkan Kapasitas Pendamping

Autentik.id,Daerah — Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Pohuwato…

4 hari ago

This website uses cookies.